pondok IAF

sekedar melepas penat…:)

Nasihat Qur’ani tentang Pernikahan

Kiriman : Suryati

tentang-pernikahan.com -
Bagi mereka yg mencari Mawaddah (kasih), Sakinah (ketentraman) dan Rahmah (sayang) dalam Keluarga.

Bismillahirrahmaanirahiim

Dengan kerendahan hati mari kita simak pesan2 Al-qur’an tentang tujuan hidup yang sebenarnya

Nasehat ini untuk semuanya ………..
Untuk mereka yang sudah memiliki arah………
Untuk mereka yang belum memiliki arah………
dan untuk mereka yang tidak memiliki arah
Nasehat ini untuk semuanya…….
Semua yang menginginkan kebaikan….

Saudara/i ku………….
Nikah itu ibadah…….Nikah itu suci,ingat itu……
Memang nikah itu bisa karena harta, bisa karena kecantikan, bisa karena keturunan dan bisa karena agama.
Jangan engkau jadikan harta, keturunan maupun kecantikan sebagai alasan…………
karena semua itu akan menyebabkan celaka…
Jadikan agama sebagai alasan……..Engkau akan mendapatkan kebahagiaan..

Saudaraku……….
Tidak dipungkiri bahwa keluarga terbentuk karena cinta……..
Namun……jika cinta engkau jadikan sebagai landasan, maka keluargamu akan rapuh, akan mudah hancur.
Jadikanlah ” ALLOH ” sebagai landasan……Niscaya engkau akan selamat
Tidak saja dunia, tapi juga akherat…….
Jadikanlah ridho Allah sebagai tujuan……Niscaya mawaddah, sakinah dan rahmah akan tercapai.

Saudaraku………..
Jangan engkau menginginkan menjadi raja dalam “istanamu”…… disambut istri ketika datang dan dilayani segala kebutuhan…….
Jika ini kau lakukan ” istanamu ” tidak akan langgeng…..
Lihatlah manusia ter-agung Rasulullah saw…. tidak marah ketika harus tidur di depan pintu, beralaskan sorban, karena sang istri tercinta tidakmendengar kedatangannya.
Tetap tersenyum meski tidak mendapatkan makanan tersaji dihadapannya ketika lapar……..
Menjahit bajunya yang robek……..

Saudariku………Jangan engkau menginginkan menjadi ratu dalam “istanamu “……..
Disayang, dimanja dan dilayani suami……
Terpenuhi apa yang menjadi keinginanmu……..
Jika itu engkau lakukan ” istanamu ” akan menjadi neraka bagimu

Saudaraku…………
Jangan engkau terlalu cinta kepada istrimu………
Jangan engkau terlalu menuruti istrimu……
Jika itu engkau lakukan akan celaka….
Engkau tidak akan dapat melihat yang hitam dan yang putih,
tidak akan dapat melihat yang benar dan yang salah…..

Lihatlah bagaimana Allah menegur ” Nabi “-mu
tatkala mengharamkan apa yang Allah halalkan hanya karena menuruti kemauan sang istri.
Tegaslah terhadap istrimu……………..
Dengan cintamu, ajaklah dia taat kepada Allah…….
Jangan biarkan dia dengan kehendaknya……..
Lihatlah bagaimana istri Nuh dan Luth………..
Di bawah bimbingan manusia pilihan, justru mereka menjadi penentang…..
Istrimu bisa menjadi musuhmu………..

Didiklah istrimu……..
Jadikanlah dia sebagai Hajar, wanita utama yang loyal terhadap tugas suami, Ibrahim.
Jadikan dia sebagai Maryam, wanita utama yang bisa menjaga kehormatannya……
Jadikan dia sebagai Khadijah, wanita utama yang bisa mendampingi sang suami Rasulullah saw menerima tugas risalah…..

Istrimu adalah tanggung jawabmu….
Jangan kau larang mereka taat kepada Allah…..
Biarkan mereka menjadi wanita shalilah….
Biarkan mereka menjadi Hajar atau Maryam……..
Jangan kau belenggu mereka dengan egomu…

Saudariku…….
Jika engkau menjadi istri………Jangan engkau paksa suamimu menurutimu……
Jangan engkau paksa suamimu melanggar Allah……
siapkan dirimu untuk menjadi Hajar, yang setia terhadap tugas suami…..
Siapkan dirimu untuk menjadi Maryam, yang bisa menjaga kehormatannya….
Siapkan dirimu untuk menjadi Khadijah, yang bisa yang bisa mendampingi suami menjalankan misi.

Jangan kau usik suamimu dengan rengekanmu….
Jangan kau usik suamimu dengan tangismu….
Jika itu kau lakukan…..Kecintaannya terhadapmu akan memaksanya menjadi pendurhaka…………….jangan……….

Saudaraku……..Jika engkau menjadi Bapak……
Jadilah bapak yang bijak seperti Lukmanul Hakim
Jadilah bapak yang tegas seperti Ibrahim
Jadilah bapak yang kasih seperti Rasulullah saw
Ajaklah anak-anakmu mengenal Allah……….
Ajaklah mereka taat kepada Allah…….
Jadikan dia sebagai Yusuf yang berbakti…….
Jadikan dia sebagai Ismail yang taat…….

Jangan engkau jadikan mereka sebagai Kan’an yang durhaka.
Mohonlah kepada Allah……….
Mintalah kepada Allah, agar mereka menjadi anak yang shalih…..
Anak yang bisa membawa kebahagiaan.

Saudariku……..Jika engkau menjadi ibu….
Jadilah engkau ibu yang bijak, ibu yang teduh….
Bimbinglah anak-anakmu dengan air susumu….
Jadikanlah mereka mujahid………
Jadikanlah mereka tentara-tentara Allah…..
Jangan biarkan mereka bermanja-manja…..
Jangan biarkan mereka bermalas-malas……….
Siapkan mereka untuk menjadi hamba yang shalih….
Hamba yang siap menegakkan Risalah Islam…

AAAMIIN

23 Januari 2006 - Posted by | pernikahan

18 Komentar »

  1. Aminnnnn……….
    puisi yg bagus bgt ;-)

    Komentar oleh ratria | 31 Januari 2006 | Balas

  2. assalamualaikum…puisi yang sangat menarik…. :)

    Komentar oleh asri | 16 Juli 2006 | Balas

  3. syukran… sangat menyentuh sekali.

    Komentar oleh iz | 20 Maret 2007 | Balas

  4. assalamualaikum
    subhanalloh puisinya, sukron. ane tunggu puisi berikutnya.

    Komentar oleh rizmi | 24 April 2007 | Balas

  5. prayoga.net & prayoga.info ==> http://tentang-pernikahan.com
    Assalamu’alaykum wr wb

    Perkenalkan, saya Danang Prayoga, pemilik situs prayoga.net & prayoga.info
    bahagia rasanya saat mengetahui artikel pada situs saya bisa
    ikut menghiasai situs/blog anda.

    sehubungan dengan hilangnya domain prayoga.net & prayoga.info,
    maka situs tersebut telah hilang dari peredaran.
    maka saya mencoba untuk menggantinya dengan domain tentang-pernikahan.com

    Maka dari itu, saya minta bantuan anda sekalian untuk
    meng-update kata-kata prayoga.net/prayoga.info menjadi tentang-pernikahan.com
    pada situs/blog anda, semata-mata agar tidak ter-cache oleh
    searh engine. saya juga menemukan halaman/situs/blog ini karena google.

    Atas kerjasamanya saya ucapkan terimakasikh yang sebesar-besarnya.
    semoga kita bisa terus istiqomah di jalan-NYa.

    billahitaufiq walhidayah
    Wassalammu’alaykum wr wb

    Danang Prayoga
    prayoga@tentang-pernikahan
    aa_aanang@yahoo.com

    Komentar oleh A'yoga | 5 September 2007 | Balas

  6. mmmm mudah-mudahan muda mudi kita bisa menjadi suami/istri yang sholihah sperti puisi(lebih dari sekedar puisi)diatas

    Komentar oleh islah | 11 April 2008 | Balas

  7. assalamualaikum…

    subhannallah,

    trimakasih atas nasehat yg disampaikan jg infonya,semoga Allah selalu membimbing kita,

    perkenalkan saya ratih umur saya 19 th,jujur meskipun saya sdh islam…,tapi sy mau untuk lebih mendalami ilmu”nya…

    karena tujuan saya adlah dapat duduk tentram..di jannah Allah SWT,
    semoga kita semua selalu di jalan istiqomahNYA,dan dapt mnjlni semua ini,hari ini dgn baik atas izinNYA…
    dan semoga Allah yg Maha Pengasih lagi Maha Penyayang..menunjukkan jalan lurusNYA ketika kita sedang tersesat di dlmnya…,dan untuk para ukhti,semoga kita berhasil dlm usaha untuk mnjdi wanita,istri yg solehah bagi suami dan klwrga kita dengan meminta Pengarahan dari
    Allah SWT amin…

    syukron khasiron

    wassalamualaikum….

    Komentar oleh ratih septiana | 29 Oktober 2008 | Balas

  8. Subhanallah indah dan sangat bagus sekali, membuat mata dan hati menjadi terbuka setelah membacanya.

    Komentar oleh yanie | 25 November 2008 | Balas

  9. Assalamu’alaikum

    Semoga lantunan syair ini bukan saja hanya dijadikan sebagai bahan renungan tetapi justru jadikan syair ini sebagai ruh untk menguatkan hati dan azzam kt agar mampu mengaplkiasikannya di kehidupan rumah tangga kita… aminn

    Jzklh atas tausiah robbani ini semoga bs bermanfaat buat sy dan ummat…

    Wassalamu’alaikum Wr.wb

    Komentar oleh singgih | 9 Februari 2009 | Balas

  10. Thanks tausiahnya, menambah ilmu dalam menyiapkan persiapan menuju pranikah. Doakan semoga dapat mengamalkan dari isi puisi diatas.

    Komentar oleh siti sopianti | 28 April 2009 | Balas

  11. subhanallah puisi nya elok sangat, semoga kita semua dapat menanamkan makna puisi itu dalam diri kita masing2 n mengamalkannya , mohon do’anya ya tmn2 semua semoga f3 dapat mengamalkan makna dari puisi itu :-)

    Komentar oleh f3 | 19 Mei 2009 | Balas

  12. Semoga semakin banyak yang akan mengerti tentang indahnya nikah karena ibadah……..

    Komentar oleh Imam sumedi | 13 Juni 2009 | Balas

  13. Ya Allah begitu banyak dosa ku selama ini

    Komentar oleh Anita | 11 Juli 2009 | Balas

  14. subhanalloh,,,
    indah skali,smg saya bisa spt Hajar,Maryam,& Khodijah..amin

    Komentar oleh fitri | 21 Agustus 2009 | Balas

  15. Puisi yang bagus sekali
    merangkum berbagai contoh para Nabi dan Rasul

    Komentar oleh Anam MC | 2 Oktober 2009 | Balas

  16. assalamualaikum…wr.wb…

    aaminnn, mudah mudahan qita smua dapat menjalan kan ajaran dan amalan nya…

    Komentar oleh donald | 20 April 2010 | Balas

  17. subhanallah…puisi yg bguz kan bwt puisi nya lg?

    Komentar oleh akhmad | 15 September 2010 | Balas

  18. kalo Buya hamka bilang
    jika kita menikah karna selain agama kecil nominalnya..

    agama ..harta..cantik….bibit.:0..1..1..1
    kalo kriteria agama disepankan :

    agama..harta..cantik..bibit : 1..0..0..0

    subhanallah seribu nilainya..hanya karna kita memilih agama sbg kriteria utama…..apalagi jk diblkagnya ada kekayaan, kecantikan…berapa nilainya ?? besar kawan…

    Komentar oleh mustaqim | 26 Mei 2011 | Balas


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.